London – Upaya Atletico Madrid untuk lolos dari lubang jarum tak membuahkan hasil. Atletico harus menerima kenyataan bahwa mereka tersingkir dari Liga Champions.

Atletico melawat ke markas Chelsea di matchday terakhir Grup C dengan membawa misi yang berat. Untuk lolos ke babak 16 besar, Atletico harus menang atas Chelsea sambil berharap AS Roma dikalahkan Qarabag.

Bertanding di Stamford Bridge, Rabu (6/12/2017) dini hari WIB, Atletico sempat membuka asa setelah Saul Niguez mencetak gol di menit ke-56. Tapi Chelsea kemudian membalas setelah Stefan Savic mencetak gol bunuh diri di menit ke-75.

Dengan hasil seri 1-1, ditambah kemenangan 1-0 Roma atas Qarabag, Atletico pun gagal lolos ke fase knockout Liga Champions. Antoine Griezmann dkk. justru terlempar ke Liga Europa setelah hanya finis di posisi ketiga Grup C dengan tujuh poin.

Ini jadi kali pertama Atletico gagal lolos ke babak 16 besar Liga Champions sejak ditangani Diego Simeone mulai 2011. Mereka bahkan sempat dua kali jadi finalis dalam empat musim terakhir.

“Saya tidak yakin kenapa kami gagal. Di laga pertama (di kandang Roma) kami tidak beruntung, di laga kedua mereka (Chelsea) mencetak gol di menit-menit terakhir, sekali lagi kami sial,” kiper Atletico Jan Oblak mengatakan kepada UEFA.com.

“Semua orang tahu kami seharusnya bisa memenangi laga ketiga dan keempat (melawan Qarabag), tapi melawan siapa pun di level ini tidak lah mudah. Semua main bagus dan Qarabag menunjukkan bahwa mengalahkan mereka itu sulit.”

“Kami mengalahkan Roma di kandang, tapi itu sedikit terlambat dan tidak ada keajaiban.”

Kegagalan ini diakui Oblak membuat Atletico kecewa. Tapi Atletico disebutnya tak akan menganggap enteng Liga Europa.

“Kami tersingkir dari Liga Champions dan kami sedih. Kami harus menegakkan kepala, menatap ke depan, dan menunjukkan permainan terbaik di laga-laga berikutnya,” Oblak mengatakan.

(nds/rin)