Jakarta – Sergio Ramos mendapatkan banyak tekanan usai insiden dengan Mohamed Salah di final Liga Champions. Tapi tekanan itu diyakini tak mengusik bek tersebut.

Ramos menjadi sorotan usai laga final Liga Champions. Di babak pertama, bek Real Madrid itu berduel dengan penyerang Liverpool Mohamed Salah. Duel itu membuat Salah cedera bahu dan harus ditarik keluar.

Keluarnya Salah dianggap sebagai momen kunci yang membuat Liverpool menurun tekanannya, hingga akhirnya kalah 1-3 dari El Real. Beberapa pekan setelah itu muncul pula kabar soal gegar otak Loris Karius, yang terjadi karena tubrukan dengan Ramos.

Bek 32 tahun itu pun mendapatkan serangan dari banyak orang, khususnya penggemar Liverpool dan tim nasional Mesir. Tekanan yang mengarah kepadanya pun dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi jelang Piala Dunia 2018, tapi eks bek Madrid Michel Salgado tak sepakat.

Salgado yakin Ramos sudah amat berpengalaman sehingga tak terusik dengan isu-isu semacam ini.
“Soal apakah dia akan merasakan sesuatu seperti tekanan jelang Piala Dunia 2018 atas apa yang terjadi di final Liga Champions…. Saya bahkan tak memikirkan sama sekali soal itu,” ungkap Salgado dikutip Dailymail.

“Sejujurnya dia sudah diperlakukan tidak adil. Mesir sangat marah dengan situasi ini. Tapi, di final rasanya dia tak punya niat sama sekali (untuk mencederai lawan). Dalam situasi 50-50, Ramos pastinya akan melakukan segalanya.”

“Dia sedang menjatuhkan diri untuk mencapai bola dan ada pertarungan antara keduanya. Dia lebih kuat dari Salah dan bahunya terbentur. Tapi, saya yakin Ramos tak punya niat mencederai Salah.”

“Saya turut sedih akan kondisi Salah dan semoga dia dalam kondisi terbaik di Piala Dunia, karena yang dia lakukan tahun ini luar biasa. Jangan khawatir soal tekanan ke Sergio Ramos. Dia tak peduli soal itu. Dia punya karakter yang berbeda. Semakin banyak tekanan padanya, dia semakin nyaman,” imbuhnya.

(raw/fem)