Jakarta – Kompetisi Liga 1 telah berakhir. Namun, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator liga masih memiliki tunggakan subsidi kepada para klub peserta.

Sebelum Liga 1 bergulir, setiap klub dijanjikan uang subsidi sebesar Rp 7,5 milar. Nominal itu dibayarkan lewat beberapa termin hingga selesai kompetisi.

LIB pun sukses menggaet sponsor, yaitu GoJek dan Traveloka. Nama tersebut bahkan dijadikan titel kompetisi Liga 1.

Namun, subsisi sebesar Rp 7,5 miliar tersebut belum sepenuhnya dibayarkan bahkan sampai kompetisi usai. Tercatat masih ada beberapa klub yang menunggak gaji pemain, salah satunya adalah Arema FC.

Chief Operation Officer LIB, Tigorshalom Boboy, mengatakan ada alasan khusus yang tak bisa dijelaskan kepada publik kenapa subsidi tersebut belum diberikan kepada klub. Namun, dia menegaskan tunggakan tersebut bakal segera dibayarkan.

“Sebenarnya kami sudah sampaikan itu pas pertemuan terakhir di Hotel Sultan, dan kami juga sampaikan juga ke Exco (PSSI). Kami bukannya ingin mengabaikan, tapi karena waktunya saja belum bisa tereksekusi dalam waktu dekat,” kata Tigor, Rabu (29/11/2017).

“Teman-teman klub juga tahu itu. Kami tidak mau lari dari tanggung jawab. Kami akan selesaikan secepatnya. Paling tidak Desember tahun ini sudah selesai. Masih ada tiga bulan (tunggakkan), Rp 625 juta dikali tiga. Plus Rp 1,5 miliar (subsidi terakhir),” dia menambahkan.

(ads/fem)