Jakarta – Bhayangkara FC patut kecewa karena tak bisa tampil di kompetisi level Asia meskipun sudah menjuarai Liga 1. Hal itu pun memberi pelajaran penting, bukan cuma buat Bhayangkara FC melainkan juga klub-klub lain.

Gelar juara Liga 1 sudah digenggam Bhayangkara FC. Tapi pasukan Simon McMenemy tersebut tak bisa mewakili Indonesia berkompetisi di level Asia pada tahun depan karena belum lolos verifikasi untuk mendapat lisensi AFC.

Untuk Bhayangkara FC, peluang tampil di kompetisi Asia terganjal belum beresnya legalitas Bhayangkara. AFC mensyaratkan klub minimal berbadan hukum dan eksis minimal dua tahun.

Manajer Bhayangkara FC Sumardji angkat bicara seputar situasi itu. Pertama-tama, ia mengapresiasi kinerja skuat yang sudah tampil di luar ekspektasi berkat kerja keras di atas lapangan. Ia kemudian juga mengakui adanya keteledoran manajemen dalam mengurusi persyaratan terkait lisensi. Hal itu pun menjadi pembelajaran penting buat semua pihak agar tak ada lagi kejadian serupa.

“Kami tidak pernah membayangkan menargetkan untuk menjadi juara. Kami hanya target lima besar. Tapi semua bisa lihat apa yang kami capai saat ini,” kata Sumardji, Sabtu (11/11/2017).

“Saya pun mengaku kaget, tidak habis pikir di putaran kedua selalu menang. Maaf, kami tidak menghalalkan segala cara, itu prinsip Bhayangkara. Kami mengedepankan fair play dan sportivitas. Dua jempol untuk coach Simon McMenemey. Apapun yang kami buat yang kami raih itu tak jauh dari campur tangan Tuhan. Tapi ini juga menjadi kekecewaan yang sangat besar untuk kami meski berstatus juara. Kami masih sangat muda, manajemen juga muda, sehingga kami teledor untuk masalah syarat yang tak bisa kami penuhi.”

“Ini menjadi evaluasi saya. Segera kami penuhi syarat dan administrasi di AFC. Terima kasih kepada PSSI yang mendampingi untuk melengkapi persyaratan AFC. Jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi,” tutur dia.

(mcy/krs)