Jakarta – Setelah resmi menjadi Sekretaris Jenderal PSSI periode 2017-2020, Ratu Tisha Destria diminta melepas jabatan di PT Liga Indonesia Baru (PT LIB). Dia juga harus siaga 24 jam untuk organisasi dan media.

Ratu Tisha ditunggu tugas berat setelah dipercaya sebagai sekjen PSSI tiga tahun ke depan. Dia menggantikan Ade wellington yang mundur pada bulan April. Sebelum meletakkan jabatannya, Ade dikritik keras karena gagal menjembatai komunikasi antara PSSI dengan publik dan media. Agar tak terjadi hal serupa, Tisha pun diharapkan tak mengulangi kesalahan yang dibuat oleh Ade.

Wakil Ketua PSSI Iwan Budianto di Markas Komando Strategis Angkatan Darat, di Jakarta, pada Jumat (7/7/2017) menuturkan kalau Tisha diminta memilih salah satu jabatan.

“Salah satu pembahasan yang diminta adalah Tisha disuruh memilih dan dia sudah memilih untuk meninggalkan jabatannya dan memilih menjadi Sekretaris Jenderal PSSI,” kata Iwan kepada pewarta.

Ratu Tisha memang bukan orang baru dalam dunia olahraga sepakbola Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai Direktur Kompetisi dan Operasional PT Gelora Trisula Semesta, operator Indonesia Soccer Championship 2016.

Selepas itu, dia kemudian terpilih untuk menjabat sebagai Direktur Kompetisi dan Operasional PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi Go-Jek Traveloka Liga 1.

Iwan menambahkan dengan ditunjuknya sekjen baru diharapkan persoalan komunikasi dan koordinasi baik bersama media maupun organisasi tak menjadi kendala.

“Yang sudah-sudah jadi pelajaran yang berharga. Saat fit and proper test saya kebetulan hadir dan salah satu item yang kami sampaikan kepada calon yang diberikan kepada lima calon pelamar waktu itu dan bahwa ‘Punyakah anda waktu 24 jam dalam satu hari untuk meladeni pertanyaan dari teman-teman media?’ dan Tisha menjawab sanggup,” ucap dia.

(mcy/fem)