Jakarta – Bhayangkara FC mengultimatum agar PT Liga Indonesia Baru (LIB) segera menyelesaikan utang. Mereka pun mendukung rencana PSSI melarang kick off Liga 1 bergulir sampai kewajiban itu diselesaikan.

Kick-off Liga 1 dijadwalkan pada 10 Maret. Tapi, hingga saat ini hak-hak klub belum juga dibayarkan, seperti dana subsidi sebesar Rp 7,5 miliar.

LIB sempat berjanji akan membayarnya dalam tiga kali termin. Akan tetapi, pembayaran baru dilakukan satu kali pada Januari sebesar Rp 600 juta. Sementara, sisanya belum dibayar. LIB beralasan ada masalah dengan sponsor.

PSSI pun mendesak agar LIB segera membayar sebelum jadwal kick-off. Jika tidak, jangan sampai PT LIB menggulirkan Liga 1.

“Kalau Bhayangkara FC, maunya apa yang menjadi kewajiban LIB sebagai operator yang sudah menjalankan gelaran selama setahun 2017 itu seharusnya sebelum liga 2018 dimulai harus dipenuhi dulu dicukupi dulu,” ujar Manajer AKBP Sumardji di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Dia pun tak menampik adanya rencana klub-klub mogok bermain di kompetisi musim depan sebelum utang tersebut dibayarkan. Sebagai juara Liga 1 2017, Bhayangkara FC hingga saat ini belum menerima uang hadiah dari hasil rating TV.

“Kalau tidak jangan dilaksanakan dong. Ya harusnya begitu (mogok bermain),” pria yang juga menjabat sebagai COO Bhayangkara FC itu menegaskan.

(ads/fem)