Lyon – Atletico Madrid akan menghadapi Marseille di final Liga Europa tengah pekan ini. Atletico sudah gagal di dua final Eropa sebelumnya, bagaimana kali ini?

Pertarungan antara Atletico melawan Marseille akan digelar di Stadion Groupama, Kamis (17/5/2018) dinihari WIB. Bagi Atletico, ini menjadi final Eropa ketiga setelah dua menjadi finalis Liga Champions dalam lima tahun.

Rival sekotanya, Real Madrid, menjadi momok bagi Los Rojiblancos. Di 2014, Atletico takluk 1-4 di babak perpanjangan waktu dalam final di Da Luz, Lisbon.

Skenario serupa terjadi dua tahun berselang. Lagi-lagi menghadapi Madrid, Atletico tumbang dalam drama adu penalti 3-5, usai bermain sama kuat 1-1 sampai babak perpanjangan waktu.
“Kami tidak memikirkan tentang situasi-situasi itu dan hanya apa yang terjadi hari ini,” ungkap pelatih Atletico Diego Simeone di AS. “Apa yang telah terjadi sebelumnya memberi Anda pengalaman dan momen-momen.”

“Sekarang ada sebuah momen yang sedang kami tunggu. Kenyataan akan menentukan apakah kami memang pantas mendapatkan titel juaranya.”

Simeone tak dapat memimpin Atletico dari pinggir lapangan karena skorsing sehingga posisinya akan digantikan sang asisten, German Burgos. Simeone yakin ketiadaannya tidak akan berpengaruh, merujuk pada kemenangan atas Arsenal 1-0 di semifinal leg kedua.

“Kami mampu mengatasinya saat melawan Arsenal, di kandang sendiri, ketika German mengawasi tim,” sambung Simeone. “Terlepas dari kesedihan saya karena tidak dapat mendampingi dari awal di final, saya percaya dengan German. Kami sudah kenal sangat lama, kami punya perasaan dan pemahaman sepakbola yang sama.”

(rin/krs)