Lamongan – Liga 1 2018 sedang memasuki masa jeda kompetisi yang panjang. Para pemain Persela Lamongan harus pintar jaga kondisi saat libur andai tak mau dipotong gaji.

Liga 1 sudah masuk periode libur menyambut perayaan Idul Fitri. Klub-klub memberikan jatah istirahat hingga 10 hari bahkan lebih.

Persela merupakan salah satu klub yang memberi libur banyak pada para pemainnya. Total ada 12 hari para pemain Laskar Joko Tingkir mendapat hari libur.

Libur panjang itu diberikan sebagai hadiah hasil bagus saat melawan Mitra Kukar. Mereka mampu membukukan kemenangan 3-1 saat bertanding di Stadion Surajaya, Lamongan, pada 7 Juni lalu. Mereka naik ke tangga juara di posisi ketiga klasemen dengan 20 poin.

“Pemain kami liburkan untuk lebaran berkumpul bersama keluarga. Mereka akan kembali pada 19 Juni, tapi untuk pemain asing secepatnya tanggal 20 sudah kembali,” ungkap pelatih Persela, Aji Santoso, saat dihubungi pewarta, Minggu (10/6/2018).

Namun begitu, pelatih asal Malang itu memberlakukan peraturan khusus bagi pemainnya. Dia ingin kondisi pemainnya mencapai 80 persen saat berlatih kembali, jika tidak akan ada hukuman yang bisa saja diterima pemain yaitu dipotong gaji.

Aji menjelaskan aturan itu dibuat agar pemain tetap disiplin. Mengingat setelah lebaran Persela akan menghadapi jadwal yang super padat sehingga membutuhkan kondisi yang prima.

Ya Persela akan menjalani empat laga sisa putaran pertama Liga 1. Dimulai saat bertandang ke markas Arema FC pada 7 Juli, kemudian menjamu Borneo FC (13 Juli) dan away ke Persib Bandung (16 Juli), serta kembali home menjamu Madura United (23 Juli).

“Makanya saya tidak mau semua pemain kembali ke Lamongan dengan kondisi fisik 70 persen. Mereka minimal harus berada pada kondisi fisik 80 persen,” ungkapnya.

“Kalau perlu, saya akan potong gajinya kalau melanggar kesepakatan itu. Sedangkan ujicoba nanti akan saya siapkan untuk menjaga tingkat kebugaran pemain,” dia menambahkan.

(ads/cas)